News Ticker

Menu

Update Terbaru

?
?

Artikel

Panduan

Pakan Lele

Pemasaran

Recent Posts

Dilema Petani Lele - Menekan Ongkos Kerja Vs Menaikan Harga Jual

Sabtu, 12 September 2015 / No Comments
Kenapa banyak petani lele kurang sukses menggeluti bisnis yang satu ini? padahal berbagai hal sudah dilakukan. dari mulai memperbanyak kolam, perbaikan pakan, dll. tapi ujung-ujungnya rugi juga. Ditambah lagi berbagai macam persoalan yang masih juga belum ketemu solusia, misal: Ternak lele pake full pelet untungnya tipis, pake alternatif tidak bisa mencapai target produksi.


Analisis, Artikel, Fakta dan Data, Kendala/Penyakit, Pakan Alternatif, Pakan Lele, Pemasaran,

Kebanyakan petani mencari solusi pakan alternatif untuk menekan ongkos produksi untuk meningkatkan keuntungan. namun efeknya adalah lele menjadi makanan kelas dua yang selalu terpinggirikan oleh komoditas ikan-ikan lain, misah Ikan mas, nila, dan gurame. padahal dari segi rasa lele memiliki cita rasa yang tidak terlalu berbeda, malah mungkin memiliki cita rasa khas yang tidak bisa dibandingkan dengan ikan lain.

Ada yang pernah menjelaskan pada saya bahwasannya Harga pelet itu ditetapkan berdasarkan harga bahan baku pembuatan. Bahan baku pelet (jenis apapun biasanya) adalah berasal dari import. jadi secara tidak langsung harga pelet itu standarisasinya adalah import.


Analisis, Artikel, Fakta dan Data, Kendala/Penyakit, Pakan Alternatif, Pakan Lele, Pemasaran,

Jadi selama harga lele masih menggunakan harga lokal, maka keuntungan yang didapat akan selalu tipis. Nah lalu supaya bisa untung dalam bisnis lele dan bisa menjaga keberlangsungan bisnis ini seperti apa? solusinya adalah menggunakan standar harga import juga dalam menjual lele. 

Intinya Usahakan:
Pakan Standar Import = Harga Jual Standar Import
Pakan Standar Lokal = Harga Jual Standar Import
Pakan Standar Lokal = Harga Jual Standar Lokal

Bagaimana????
  1. Bangun Komunitas/Jaringan yang kuat, pakai prinsip berjamaah jangan pake prinsip penjajah (tau lah yah kayak gimana)
  2. Jaga Kualitas, dan Stok. Smakin bagus stok tersedia, maka akan mudah mengendalikan harga, karena fluktuasi harga terjadi karena tidak terjaganya pasokan.
    Bisa dipelajari dari sistem Ayam Broiler
  3. Buat menjadi bentuk lain yang memiliki nilai ekonomis yang lebih tinggi
  4. Lain-lain (silahkan share solusi yang lain ya ...)

 Terima kasih sudah berkunjung ke blog ini
Salam Patilers

Ternak Lele VS Bisnis Lele

Kamis, 04 Juni 2015 / No Comments
Bagi Newbie (Pemula) seperti saya kadang dalam memulai budidaya masih mengalami kebingungan dalam mengambil langkah pertama terjun dalam dunia per-lele-an. terutama yang memiliki latar belakang yang jauh dari dunia budidaya/Ternak. Sebut saja ketika sudah ada niat untuk terjun ke dunia per-lele-an ini kita akan akan dipusingkan dengan mulai mencari kemana kita akan menjual hasil panen dan lain-lain.

Analisis, Artikel, Lele Sangkuriang,
Satu hal yang ingin saya utarakan adalah sebelum memulai terjun ke dunia per-lele-an, terlebih dahulu kita harus menetapkan tujuan kita terjun kedalam dunia per-lele-an ini. apakan kita ingin ternak lele?, atau kita ingin bisnis lele?

Nah lho emang apa bedanya? gak tau juga ya hehe, cuma kita coba lihat aja dari bebera analogi dibawah ini.

Lalau kita cuma mau ternak lele itu gampang, karena untuk ternak lele tidak perlu banyak parameter yag di perhatikan. kita cukup punya 1 kolam, tebar dengan kepadatan 100/m3, selesai, kasih pakan apa aja yang lele suka Insya Allah ampe panen idup dan berhasil. Karena yang kita kejar saat ternak lele adalah hasil panen lele. bisa berhasil atau tidak panen. Gak usah difikirin tu hasilnya nutup biaya produksi apa enggak ya kan.

Nah lain halnya jika kita akan bisnis lele, kita harus mengerti alur produksi lele dari hulu sampai ke hilir, sekaligus pemasarannya. karena yang kita kejar dalam bisnis lele adalah profit/keuntungan. banyak hal yang harus di rencanakan dengan baik. contoh:
  1. Berapa banyak kolam yang harus dibuat agar bisa dengan cepat mengembalikan jumlah investasi kita
  2. berapa banyak tebar benih
  3. sistem budidaya apa yang efisien dan menghasilkan keuntungan paling banyak
  4. beli bibit dari mana yang bagus
  5. jual harus dengan harga berapa agar tidak rugi, 
  6. dll lah pokonya
jadi jangan terjebak dengan kata coba-coba. karena dijamin akan rugi, bisnis lele koq coba-coba hehe. walaupun cuma seratus ato dua ratus rebu tetep uang, kalo rugi ya nyesel juga bos. hehe

Oke dah ane gak mau kebanyakan nulis pegel juga, pokoknyamah gitu lah ya, tentukan tujuanmu supaya usahanya lancar.... Amiin.

Terima kasih sudah berkunjung ke blog ini
Salam Patilers

Kumpulan Video Budidaya dengan Sistem NWS

Selasa, 31 Maret 2015 / No Comments
Bismillah, sekedar berbagi informasi dan menyebarkan semangat untuk para peternak lele. berikut ini saya tunjukan beberapa video budidaya lele sangkuriang yang saya lakukan dengan menggunakan sistem NWS (Natural water System). Semoga bisa menambah semangat dalam berbudidaya. 

Sebagai catatan berikut detail perlakuan dan konsisi saat budidaya.
  1. Lokasi/Kolam: Di Daerah Tinggi dengan Suhu Malam 18-20 C Siang 24-28 C. Kolam Bulat dan Kotak (Tembok).
  2. Pakan: Pelet Apung sampai Panen
  3. Benih: Ukuran 5-7
  4. Padat Tebar: 300/m3


Budidaya Lele sangkuriang dengan Sistem NWS di Kolam Bulat.



Budidaya Lele sangkuriang dengan Sistem NWS di Kolam Kotak Sudah Fase Merah.



Panen Lele sangkuriang dengan Sistem NWS di Kolam Bulat. 

Terima kasih sudah berkunjung ke blog ini
Salam Patilers

Memperhitungkan Jumlah Padat Tebar Ideal di Kolam Sendiri

Senin, 30 Maret 2015 / No Comments
Banyak diantara kita yang bingung mengenai jumlah tebar benih lele yang tidak masuk akal untuk per meter kubiknya, dan ada pula yang bingung ketika mendapati data tebar yang berbeda antar peternak. Namun sebenarnya kita harus Bijak dalam menanggapi masalah padat tebar ini. banyak faktor yang mempengaruhi jumlah padat tebar ini. 

Artikel, Fakta dan Data, Panduan, Tips dan Trik, Padat Tebar,
Berikut beberapa diantaranya adalah:
1. Jenis/Bentuk Kolam
2. Kedalaman Kolam,
3. Teknik Budidaya
4. Strain
5. Lokasi
6. Ukuran Lele
7. Pengalaman, dan masih banyak lagi.

Mengenai jumlah padat tebar maksimal untuk setiap tempat, lokasi, maupun jenis kolam, sebaiknya kita tidak menelan bulat-bulat informasi budidaya seperti ini. Namun kita juga tidak bisa menyalahkan informasi dari sesama pembudidaya ketika padat tebar yang kita aplikasikan ternyata tidak sesuai dengan apa yang diinformasikan.

Kita mungkin mendengar ada yang mengatakan bahwa kepadatan lele itu 80/m3, 100/m3, 120/m3, 250/m3, 300/m3, bahkan sampai dengan 2500/m3. Jika dalam sebuah informasi dikatakan bahwa kepadatan lele dapat mencapai 100 ekor per meter kubik, maka bukan berarti itu angka yang pasti bagi kolam kita. Prinsip utama dalam budidaya adalah selalu think locally and act locally (Berfikir Global dan bertindak secara lokal).

Misal kita mendengar ada yang menebar lele dengan kepadatan 1000/m3, apakah mungkin? jawabannya mungkin, namun kita harus menyerap informasi secara menyeluruh. tanyakan apakah itu dipelihara sampai panen? panen ukuran berapa? ganti air berapa kali, apakah dibantu probiotik, dll. sehingga kita tidak salah kaprah mkenerapkannya di kolam kita sehingga malah menimbulkan kerugian yang cukup besar.

Satu lagi contoh. Ketika mendengar ada yang menebar benih sebanyak 300/m3, sampai panen tidak ganti air, dll. telusuri lagi bagaimana keadaan kolam? jenis kolam yang di pakai apakah tembok atau terpal, bagaimana sistem pembuangan, sumber air, dll.

Nah jadi intinya, dalam menentukan padat tebar ideal untuk kolam kita, kita harus menyesuaikan lingkungan budidaya kita. Try and Error mutlak diperlukan. Oleh karena itu saya selalu menyarankan kepada newbie/pemula, agar tidak tergiur menebar lele dengan jumlah yang banyak. coba dulu dengan jumlah sedikit, misal 1000-2000 ekor per sekali tebar.

Semoga dapat menambah wawasan kita sebagai petani lele. Jaya terus petani Lele
 
Terima kasih sudah berkunjung ke blog ini
Salam Patilers

Mengatasi Masalah Jamur pada Lele

Kamis, 29 Januari 2015 / No Comments
Pada segment pembenihan, kita biasa mendapati terdapat bintik-bintik putih pada sekujur tubuh lele, maka kita harus waspada karena bintik putih ini akan menyebabkan lendir pada kulit lele hilang serta akan mengakibatkan kulit lele menjadi melepuh. 
Artikel, Herbal, Kendala/Penyakit, Management Air, Panduan, Pemasaran, Pembenihan, Probiotik, Tips dan Trik,
Image: alamtani
Hal ini akan berakibat fatal pada lele bahkan menyebabkan kematian. Untuk mencegahnya kita bisa melakukan hal berikut:
  • Lakukan Perawatan air secara rutin/intensif.
  • Pelihara air kolam tambahkan dengan menggunakan probiotik atau herbal.
  • Segera ganti air kolam bila kualitas air sudah mulai jelek
  • Dalam pemberian pakan usahakan diseduh terlebih dahulu menggunakan air hangat serta dicampur dengan probiotic dan cacing lalu di fermentasikan.

Bila lele kita budidaya sudah terlanjur terserang oleh penyakit ini maka kita dapat meramu obat herbal seperti berikut:
Bahan:
  • Siapkan 2 biji Bawang Putih,
  • 10 Lembar Daun Sirih,
  • 1/4 kg Kunir,
  • dan 10 lembar Daun Pepaya.
  • Bila tidak ada daun pepaya kita bisa menggunakan daun jambu biji atau daun kipahit.

Cara membuat dan menggunakannya
Haluskan semua di atas (bisa di blender).
Rebus bahan-bahan diatas dengan menggunakan 2 liter air bersih lalu biarkan sampai dingin.
Untuk penggunaannya kita dapat langsung menyiramkannya ke dalam kolam lele dengan dosis 1 gelas per hari (harus lakukan sampai ikan benar-benar sembuh). Tapi perlu diperhatian bahwa lele yang sudah terserang penyakit ini walaupun dapat diobati namun tetap saja akan ada yang mati.

Semoga masalah dan penyakitnya dapat terobati dan terselesaikan.

Sumber: Berbagai sumber (Komunitas Lele, http://benihikangunungkidul.blogspot.com)

Terima kasih sudah berkunjung ke blog ini
Salam Patilers

Penting, Bijak dalam memilih pakan Alternatif untuk Lele

Kamis, 18 Desember 2014 / No Comments
Harga pelet akhir-akhir ini meingkat tajam (Update tanggal: 12/19/2014). Hal ini di perparah dengan naiknya harga BBM. Hal ini tentu saja membuat kalangan petani ikan, terutama lele yang menggunakan pelet sedikit mengelus dada. apalagi harga konsumsi lele yang merosot dan tidak dapat memenuhi target penghasilan yang diharapkan.

Analisis, Artikel, Fakta dan Data, Kendala/Penyakit, Pakan Alternatif, Pakan Lele, Rahasia, Panduan,
Sebagian besar petani/peternak lele beralih menggunakan pakan alternatif, dari mulai roti bs, sosis bs, ayam tiren, usus, dll. Hal ini tentu menjadi solusi bagi petani ditengah mahalnya harga pelet di tingkat petani/peternak. Namun terselip sedikit persoalan yang kadang jarang disadari saat menggunakan pakan alternatif, terutama bagi yang sebelumnya menggunakan pakan pelet. 

Banyak diantara petani lele yang menggunakan pakan alternatif yang kurang memperhitungkan kandungan nutrisi dari pakan alternatif yang digunakan. kebanyakan menggunakannya hanya untuk menekan biaya produksi (istilahnya ASAL GEDE DAN UNTUNG). Akibatnya tentu akan mengakibatkan masalah lain saat budidaya, misal air cerpat bau, pertumbuhan yang kurang merata, timbulnya berbagai macam penyakit, dll.

Nah dalam menggunakan pakan alernatif, ada beberapa hal yang wajib diperhatikan, agar keuntungan yang diharapkan benar-benar terwujud, berikut analisis saya (pendapat saya pribadi).
  1. Perhatikan komponen bahan baku dari pakan alternatif.
    Penggunaan pakan alternatif harus jeli dalam memilih pakan apa yang akan kita berikan. hal ini ditunjang dengan pengetahuan kita memilih pakan alternatif dengan bahan baku yang tepat. misalnya, ayam tiren bahan dasarnya daging kemungkinan protein dan lemak lebih tinggi dibanding yang lain (misal, karbohidrat, dll). Roti bs, bahan dasarnya terigu, jadi kemungkinan kandungan karbohidratnya lebih tinggi, dst.

    Nah dengan mengetahui hal ini, maka kita akan tau kapan memberikan pakan alternatif a, kapan memberikan pakan alternatif b, dll. jadi istilahnya "Gak Asal Ngasih Pakan"
  2. Perhatikan Ketersediaannya
    Budidaya lele (pembesaran) berlangsung kurang lebih antara 2-4 bulan per siklus. tergantung taknik dan pakan yang digunakan. nah apakan pakan alternatif yang anda gunakan dapat tersedia untuk waktu tersebut? usahakan pilih yang selalu tersedia (tidak musiman)
  3. Perhatikan Harga pakan alternatif anda
    Ini penting, harga pakan alternatif sebaiknya harus sangat diperhitungkan. hal ini agar tidak menjadi bumerang bagi kita. istilahnya mau untung malah buntung. Kenapa? karena kandungan nutrisinya beda, proposrinya beda, dll. Harap ingat, pelet dihargai dalam bentuk kering. jadi gunakan standar itu dalam menilai harga pakan alternatif

    Misal ayam tiren, 1 kilogram ayam tiren, jika di hancurkan dan dibuat tepung akan menjadi berapa kilogram? (saya belum meneliti secara khusus konversi ayam tiren, tapi beberapa teman sudah melakukannya, misal pa Edi Jalasena). misal 1 kg tiren jadi 200 gram tepung ayam. nah berarti untuk mendapat 1 kg pakan tiren kering kita membutuhkan 5kg ayam tiren. nah kalo kita beli ayam tiren seharga 1500, maka untuk mendapatkan 1 kilogram tepung ayam membutuhkan paling tidak 7500.

    Namun hal ini berbeda cerita jika anda mendapatkan pakan alternatif yang GRATIISSSS. atau hanya memberi sekedar uang lelah tentu poin ini tidak jadi masalah
  4. Perhatikan Komponen Pendukung Budidaya anda
    Seperti dikatakan diatas, penggunaan pakan alternatif juga akan menambah residu/sampah pada kolam. hal ini dikarenakan beberapa komponen pada pakan alternatif tidak dimakan atau tidak sempurna dicernanya. Oleh karena itu, sebelum menggunakan pakan alternatif pastikan kolam anda mudah dibersihkan, mudah ganti air, dll

    selain itu harap perhatikan faktor lingkungan.
  5. Catat dengan baik rincian usaha anda
    hal ini penting untuk mengetahui berapa besar efisiensi yang anda lakukan. Jadi nantiny bisa menjadi bahan pertimbangan dan perbandingan.
  6. dll
    masih banyak sih tapi dah cape ngetiknya hehe.

Jika anda terpaksa menggunakan pelet seperti saya (karena komponen-komponen diatas tidak memenuhi), maka yang harus difikirkan adalah bagaimana cara meningkatkan nilai jual, selain memikirkan bagaimana menurunkan biaya produksi.

Ah susah kalo gitu, hehe kalo mau gampang jualnya jangan jual lele, jual bensin, gas, atau jual emas, harganya pasti, sorry becanda. Itulah tantangannya, yang bisa lulus jadi pengusaha sukses, yang males ya gitu deh. Ingat ada banyak pedagang, pedagang yang sukses? hanya ada beberapa. Ada banyak peternak, peternak yang sukses? ada beberapa saja, nah semoga kita salah satunya Amiiiin YRA.

Terima kasih sudah meluangkan waktu membaca artikel ini.
 
Terima kasih sudah berkunjung ke blog ini
Salam Patilers

Langkah-langkah/Tata cara Pemijahan lele ala DELCATFISH

Senin, 13 Oktober 2014 / No Comments
Sharing is caring, slogan ini sangat menarik dan sangat menggugah semangat untuk berbagi. nah berikut ini ada tips khusus yang diberikan oleh DELCATFISH

Persiapan :

Induk jantan :
  • Kelamin penuh, ujung meruncing, warna ungu, bila disentuh keluar sperma (horny)

Induk betina :
  • Kelamin warna ungu, test kanulasi: warna telur coklat (harus)
  • Pasangan induk diberok (dipuasakan 1 hari) dengan tujuan untuk membersihkan lambung, sehingga pada saat dipijah tidak mengeluarkan kotoran yang mencemari perairan. Pada saat puasa resiko induk stress lebih rendah.
  • Diusahakan warna induk sama, untuk mempercepat adaptasi dengan pasangan
Artikel, Cacing Sutra, Panduan, Pembenihan, Tips dan Trik,
Photo dari KLS

Kolam pemijahan :
  • Kolam sudah disuci hama (sterilisasi dengan disinfektan)
  • Pengisian air kolam dengan treatment garam krosok 0.5kg/m3, ketinggian air 2/3 dari panjang tubuh induk.
  • Aplikasikan ADS dekomposer
  • Induk masuk kolam pijahan pukul 14.00-16.00, beri sedikit waktu untuk kenalan
  • Tambahkan anti galau secukupnya dan sedikit unsur melow biar lebih romantic
  • Matikan semua alat komunikasi agar tidak mengganggu proses pemijahan
  • Setelah induk masuk, tutup kolam untuk menjaga suhu, dan memberi kenyamanan selama proses pemijahan. Pemberian kelambu disarankan untuk memberikan suasana melankolis
  • Kakaban diusahakan dijemur panas matahari sebelum masuk kolam pemijahan, agar terbentuk gas ‘ampo’ yang merangsang pemijahan

Pengambilan induk dari kolam pijahan
  • Ambil kakaban dan diletakkan di kolam penetasan yang diberi aerasi untuk meningkatkan DO air
  • Pengambilan kakaban sebaiknya pagi, 06.00-07.00
  • Setelah kakaban dipindah segera ambil induk untuk mengurangi gangguan terhadap penetasan telur yang tertinggal di kolam pemijahan, sebaiknya induk dikondisikan dulu dalam kolam penampungan, karena posisi induk masih letoy habis bercinta setelah kondisi pulih (sore) baru bisa dimasukkan kekolam induk (takutnya akan dikeroyok sama temen-temennya yang jelous)
  • Setelah telur menetas segera tambahkan ADS dan tambahkan unsur C (molase atau gula pasir)

Perlakuan larva
  • Setelah larva menetas, biarkan sampai kantung makanan (yolksolk) kempes
  • Masukkan casut yang terlebih dulu dipotong-potong, pemberian sebaiknya disebar untuk pemerataan
  • Casut sebaiknya dicuci dulu, lebih bagus di steril dg MB atau PK untuk mematikan bakteri cinta yang ada dalam tubuh cacing
  • Pemberian casut sedikit demi sedikit. Tambahkan casut bila persediaan casut dikolam larva sudah habis.
  • Diusahakan tidak ada casut tersisa dikolam pada saat malam hari, bila tertinggal sedikit masih bisa ditoleransi (M11)
  • Pisahkan larva ke kolam baru yang sudah dikondisikan bila terlihat terlalu padat (dicek pada saat malam hari, ketika DO drop, pengecekan sebaiknya lewat sistim ABK. Sistim ini sangat disarankan sebab bila pengecekan langsung takutnya ada yang khawatirr duhh..
TIPS:
Pemberian casut disarankan sampai benih bisa naik turun untuk mengambil oksigen dipermukaan (aborescence terbentuk)
Bila ukuran larva sudah mencapai ukuran 1-2 (minimal 50%) segera lakukan grading.

Grading awal
  • Siapkan 2 kolam untuk grading dengan air yang sudah dikondisikan, untuk mempercepat adaptasi ikan sebaiknya campurkan sebagian air kolam lama (50% permukaan atas)
  • Lakukan grading langsung dikolam baru, grading dilakukan sebaiknya saat suhu tidak terlalu terik (sore)
  • Ukuran tt (yg lolos) sebaiknya diberi pakan casut lagi dan ukuran bb (yg nyangkut) mulai diajari pelet (bisa dari pf 500 yang dibuat bulatan kecil yang sudah dicampur dengan ADS)
  • Diusahakan kolam larva selalu tertutup dan hanya dibuka pada pukul 07.00-11.30, untuk menghindari fluktuasi suhu dan mengurangi sinar matahari yang masuk. (untuk menghindari blooming bluegreen algae)
 
Terima kasih sudah berkunjung ke blog ini
Salam Patilers